Wanita, haruskah punya banyak keterampilan ?

Ketika dulu saat wanita memiliki impian atau cita-cita di luar kebiasaan masyarakat tempat ia tinggal maka yang terjadi adalah pertentangan dan cemoohan dari orang-orang sekitarnya. Seolah apa yang ia lakukan adalah aib dan sebuah dosa besar yang bias membawa kutukan bagi desa tempat ia tinggal. Tak sampai di situ, di Inggris pada abad 18 wanita yang terlalu pintar atau cerdas maka bisa dipastikan masa depannya suram, loh kok bisa??. Selain pertentangan dari anggota keluarga, pada jaman tersebut wanita yang terlalu pintar atau cerdas atau bahkan bisa mneghidupi dirinya sendiri tidak akan mudah dalam mendapat jodoh, hal ini dikarenakan lelaki saat itu sangat menjunjung tinggi martabat kehormatan nya, lelaki saat itu merasa bahwa wanita yang terlalu cerdas atau mandiri akan mengancam eksistensinya sebagai lelaki, sebagai kepala rumah tangga dan dikhawatirkan sang istri nantinya tidak bisa menghargai suaminya. Padahal sejatinya wanita juga memiliki batas kemampuan sesuai dengan kodratnya, wanita justru membutuhkan laki-laki sebagai pemimpin, pembimbing, pelindung dan sekaligus sebagai partner nya dalam hidup.
Kemudian dalam perkembangannya banyak wanita yang menuntut keseteraan dalam hal Pendidikan dan karir. Wanita juga ingin menuntut ilmu secara akademis dan mendapatkan gelar akademik sebagaimana halnya pria. Hal itu kemudian berkembang dengan dibolehkannya wanita untuk bersekolah bahkan hingga mendapat gelar akademis. Tidak mudah memang karena hanya wanita yang memiliki keinginan yang kuat serta kemampuan otak tertentu yang bisa bersekolah dank arena saat itu untuk bersekolah dibutuhkan biaya yang cukup mahal, maka banyak keluarga yang lebih memilih menikahkan anak perempuan mereka ketimbang menyekolahkannya.
Saat ini wanita diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidup mereka sendiri. Bersekolah bahkan meraih gelar Professor pun sudah banyak dan menjadi hal biasa. Lalu bagaimana dengan wanita yang kemampuan akademisnya pas-pas an atau bahkan di bawah standar? Apakah mereka juga bisa meraih impian mereka walaupun tidak secara akademis?.
Beruntunglah wanita yang hidup di jaman digital saat ini, mereka tidak harus menempuh Pendidikan secara akademis untuk bisa pintar, saat ini banyak sekolah-sekolah non formal yang menitikberatkan pada ketrampilan dan keahlian seseorang atau banyak juga komunitas-komunitas wanita yang membagikan ilmu tentang parenting, bisnis,kesehatan dan lainnya. Kita sebagai wanita tidak harus menguasai semua ilmu yang ada, cukup kuasai saja yang kita minati dan kita mampu lalu kembangkan menjadi keahlian kita. Misalkan saya hanya menguasai keahlian design baju maka saya akan berfokus pada keahlian saya dan mengembangkan Teknik design saya menjadi lebih bagus lagi, apakah saya harus bersekolah di bidang design fashion? Tidak perlu , saya bisa mengambil kursus singkat (short course) di bidang design fashion atau belajar otodidak dari mereka yang kerkecimpung di bidang design fashion, ini hanya soal kemauan dan minat.
Wanita itu adalah individu yang bisa melakukan banyak tugas sekaligus (multitasking), wanita bisa memasak sekaligus menggendong anak, wanita bisa membersihkan rumah sekaligus mengikuti chat di grup WA. Saat di kantor pun wanita bisa melakukan beberapa tugas dalam satu waktu sekaligus. Keistimewaan ini tentunya sangat sayang di lewatkan jika hanya mempelajari satu keahlian saja kan. Kita bisa mempelajari beberapa keahlian lainnya namun tidak harus menguasai semuanya.
Mempelajari berbagai macam ilmu dan keahlian ini nantinya akan sangat berguna saat kita mendidik anak-anak kita. Ibu yang pintar tentunya akan menghasilkan generasi penerus yang pintar pula dan ini membutuhkan keahlian bukan. Jadi sebagai wanita teruslah belajar , berapapun usiamu tidak ada batasan dalam belajar, semakin banyak yang kita tahu maka semakin banyak pula yang perlu kita ketahui lagi. Jangan biarkan siapapun menganggap diri mu tidak bisa ini tidak bisa itu, sekali-kali anda hanya perlu mendengarkan diri anda sendiri dan kemana diri anda ingin pergi. Bahkan dalam kondisi yang sulitpun jangan biarkan semangat anda runtuh hanya karena keadaan. Tetaplah berkarya sebagai wanita tanpa meninggalkan kodrat sebagai ibu.